Ringkasann Kilat:
• SUCI 7 hadir dengan format baru, membagi peserta dalam dua grup dan sistem callback yang menambah drama kompetisi.
• Ridwan Remin keluar sebagai juara berkat gaya roasting dan observasionalnya yang kuat dan konsisten.
• Musim ini diwarnai oleh peserta dari berbagai daerah dengan gaya komedi unik, dari satire tajam, deadpan absurd, hingga ceplas-ceplos khas anak muda.
Disclamer: This overview was created with AI support.
Kalau kamu penggemar stand-up comedy Indonesia, pasti tahu kalau SUCI 7 jadi salah satu musim paling berkesan. Bukan cuma karena para komikanya lucu dan berkarakter, tapi juga karena formatnya yang beda dari musim sebelumnya. SUCI 7 hadir bukan cuma buat hibur penonton, tapi juga ngebuka peluang buat komika dari berbagai daerah bersinar di panggung nasional.
Digelar tahun 2017 oleh Kompas TV, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 7 tampil dengan konsep baru yang membagi peserta ke dalam dua grup: Tim A dan Tim B. Ditambah lagi dengan sistem callback yang bikin peserta yang sudah tereliminasi punya kesempatan kedua. Dipandu oleh dua alumni SUCI, Hifdzi Khoir dan Gita Bhebhita, musim ini jadi panggung banyak kejutan.
Ridwan Remin (Bogor) – Juara 1

Komika asal Bogor ini punya keahlian di bidang roasting yang tajam dan cerdas. Gayanya yang nyerocos tapi tetap relatable bikin dia unggul dari awal sampai akhir. Ia dikenal suka ngerosting siapa pun—dari juri sampai peserta lain—dengan gaya santai tapi mengena. Kemenangannya jadi bukti bahwa teknik roasting yang konsisten bisa jadi senjata utama.
Mamat Alkatiri (Fakfak) – Juara 2

Mamat mencuri perhatian dengan logat Papua-nya yang khas dan materi kritik sosial yang tajam. Ia sering mengangkat isu ketimpangan, stereotip, dan kehidupan Indonesia Timur dengan cara jenaka tapi bermakna. Catchphrase-nya, “kompor gas!”, langsung nempel di telinga penonton.
Dany Beler (Bogor) – Juara 3

Dikenal dengan gaya storytelling yang rapi dan bermuatan religius, Dany membawakan materi soal kehidupan sehari-hari dengan pendekatan yang bersahaja. Ia seperti ustaz yang tiba-tiba lucu di atas panggung, bikin penonton terhibur sekaligus berpikir.
Deswin Faqih (Tarakan) – Peringkat 4
Deswin tampil dengan gaya kalem dan tenang, tapi punchline-nya nendang. Komika asal Kalimantan ini berhasil ngebuktiin bahwa komedi dari luar Jawa juga bisa bersaing di panggung nasional. Ia jadi simbol bahwa keberagaman komedi Indonesia makin luas.
Didi Sunardi (Cimahi) – Peringkat 5
Kuli bangunan yang jadi komika—itulah Didi. Ia hadir dengan kejujuran, kesederhanaan, dan gaya bicara yang apa adanya. Sempat tersingkir, tapi balik lagi lewat callback. Ceritanya bikin banyak orang merasa terwakili dan terinspirasi.
Coki Anwar (Pati) – Peringkat 6
Coki punya persona serius, sangar, dan misterius. Gayanya deadpan dan materi absurd yang sering bikin penonton mikir dulu baru ketawa. Ia dikenal sebagai komika dengan sentuhan gelap yang unik di antara peserta lain.
Boah Sartika (Cikarang) – Peringkat 7
Komika cewek termuda di SUCI 7 ini punya gaya ceplas-ceplos ala anak muda. Dengan logat khas Cikarang dan energi remaja, Boah menyuarakan keresahan generasi milenial di atas panggung dengan cara yang santai tapi lucu.
Jupri (Tangerang Selatan) – Peringkat 8
Alif Baihaki (Jakarta Timur) – Peringkat 9
Putra Uma (Jakarta) – Peringkat 10
Nury Zhafira (Banjarnegara) – Peringkat 11
Rommy Hakim (Bekasi) – Peringkat 12
Renaldi “Rere” Rassofyan (Jakarta Barat) – Peringkat 13
Arya Novrianus (Bekasi) – Peringkat 14
Patra (Jakarta) – Peringkat 15
Meggy Wiyatna (Cilacap) – Peringkat 16
SUCI 7 berhasil jadi musim yang mencerminkan keberagaman Indonesia, dari latar belakang peserta, gaya komedi, sampai karakter yang unik-unik. Meski hanya satu yang keluar sebagai juara, semua peserta berhasil menunjukkan bahwa panggung stand-up adalah ruang terbuka untuk siapa saja yang berani jujur dan lucu.
Jangan ketinggalan berita terkini dan konten menarik dari Batakita!
Dukung Kami:
Belajar jadi mudah dan praktis!
Temukan eBook berkualitas di www.platihan.id dan upgrade kemampuanmu!
Belajar Mewarnai Jadi Lebih Kreatif
Mewarnai adalah salah satu cara belajar yang paling banyak diminati oleh anak-anak
Dengan gambar-gambar lucu dan menarik, ebook ini memberikan kesempatan bagi si kecil untuk berkreasi dan mengasah keterampilan motorik halus mereka
Siapkan krayon, Ajak si kecil Mewarnai!




