Ringkasann Kilat:
• Pakkat dibuat dari pucuk rotan muda, sedangkan Holat memiliki kuah khas berbahan kulit pohon balakka.
• Martabak Piring dimasak menggunakan piring logam kecil, sementara Kue Bohong terkenal karena bagian dalamnya berongga.
• Cimpa merupakan kue tradisional berbahan ketan yang menjadi bagian penting dalam perayaan adat masyarakat Karo.
Disclamer: This overview was created with AI support.
Sumatera Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan kuliner yang beragam. Tidak hanya Soto Medan, Bika Ambon, atau Durian Medan, provinsi ini juga memiliki berbagai makanan tradisional dengan bahan, rasa, dan cara pengolahan yang tidak biasa.
Beberapa di antaranya berasal dari tradisi masyarakat Mandailing, Karo, hingga kuliner legendaris Kota Medan. Mulai dari pucuk rotan yang bisa dimakan hingga martabak yang dimasak menggunakan piring.
Berikut 5 kuliner unik khas Medan dan Sumatera Utara yang menarik untuk dicoba!
1. Pakkat — Makanan Unik dari Pucuk Rotan
Pakkat merupakan makanan tradisional khas Mandailing, Sumatera Utara, yang dibuat dari pucuk rotan muda.
Proses pembuatannya cukup unik. Rotan dibakar hingga kulit luarnya menghitam, kemudian dikupas untuk mengambil bagian dalam yang lembut dan bisa dimakan.
Pakkat memiliki rasa sedikit pahit dan kelat, biasanya disantap bersama sambal dan nasi hangat. Makanan ini juga populer sebagai hidangan berbuka puasa di wilayah Mandailing dan Kota Medan.
2. Holat — Hidangan Ikan dengan Kuah dari Kulit Pohon
Holat merupakan kuliner tradisional khas Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
Keunikannya terletak pada penggunaan bagian dalam kulit pohon balakka yang diolah menjadi kuah dengan rasa kelat.
| Baca Juga: 15 Wisata Bersejarah di Sumatera Utara
Holat biasanya disajikan bersama ikan panggang, seperti ikan mas atau ikan jurung, serta potongan pakkat.
Perpaduan rasa gurih ikan dan kuah yang kelat menjadikan Holat salah satu makanan tradisional dengan cita rasa khas yang berbeda dari hidangan ikan pada umumnya.
3. Martabak Piring — Jajanan Legendaris Kota Medan
Berbeda dari martabak biasa, Martabak Piring khas Medan dimasak menggunakan piring logam kecil di atas bara arang.
Salah satu yang terkenal adalah Martabak Piring Murni, usaha kuliner yang telah berdiri sejak tahun 1974.
Martabak ini tersedia dalam pilihan tipis dan renyah maupun tebal dan lembut, dengan topping seperti cokelat, kacang, dan keju.
Rasanya manis, gurih, serta memiliki aroma panggang khas dari proses memasak menggunakan arang.
4. Kue Bohong — Jajanan Medan yang Namanya Bikin Penasaran
Kue Bohong merupakan salah satu jajanan tradisional yang dikenal di Kota Medan.
Makanan ini dibuat dari adonan tepung, gula, santan, dan bahan lainnya yang digoreng hingga mengembang.
Nama Kue Bohong dikaitkan dengan bentuknya yang terlihat besar, tetapi bagian dalamnya cenderung berongga atau kosong.
Meskipun namanya unik, kue ini memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut. Biasanya, Kue Bohong dinikmati sebagai camilan bersama teh atau kopi.
5. Cimpa — Kue Tradisional Khas Suku Karo
Cimpa merupakan salah satu jajanan tradisional masyarakat Karo yang memiliki hubungan erat dengan budaya dan kegiatan adat.
Salah satu jenisnya adalah Cimpa Unung-unung, yang dibuat dari tepung ketan dengan isian kelapa parut dan gula merah, kemudian dibungkus menggunakan daun.
Rasanya manis, gurih, dan legit, dengan tekstur kenyal serta aroma khas daun pembungkusnya.
Cimpa juga memiliki peran penting dalam tradisi masyarakat Karo, termasuk perayaan Merdang Merdem atau Kerja Tahun.
Kelima kuliner unik dari Medan dan Sumatera Utara ini memperlihatkan kekayaan makanan tradisional yang tidak hanya menarik dari segi rasa, tetapi juga bahan dan cara pembuatannya.
Dari Pakkat berbahan pucuk rotan, Holat dengan kuah khas balakka, hingga jajanan legendaris seperti Martabak Piring dan Kue Bohong, semuanya menjadi bagian dari identitas kuliner Sumatera Utara.
Dari kelima makanan tersebut, mana yang paling ingin kamu coba?
Jangan ketinggalan berita terkini dan konten menarik dari Batakita!
Dukung Kami:
